Riwayat Keramba Jaring Apung

Elsya Tri Ahaddini

 - 

Friday, 11 December 2020 - 08:39 WIB

Riwayat Keramba Jaring Apung  — 2 tahun yang lalu


Selama 6 hari, Satpol PP Kabupaten Sumedang melaksanakan penertiban 893 titik Keramba Jaring Apung  (KJA) di Kawasan Waduk Jatigede, yang meliputi 4 wilayah kecamatan. 

Sejak lama pemerintah daerah memang melarang masyarakat untuk mengembangkan keramba jaring apung di waduk Jatigede, untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran akibat limbah pakan ikan. Limbah pakan juga berpengaruh buruk terhadap korosi bendungan.

Sebenarnya, hal yang mengganggu bukan keberadaan keramba apung, melainkan pakan yang ditebar oleh petambak. Di tiga waduk yang sudah ada di Jawa Barat, yakni Saguling, Cirata, dan Jatiluhur, keberadaan limbah pakan ini sudah mengganggu turbin.

Jika seharusnya usia turbin 100 tahun, maka akibat terjadinya pencemaran pakan, usia turbin bisa jadi hanya mencapai 50 tahun. 

Selain karena akan dibuat Kawasan Ekonomi Khusus, banyaknya jaring apung di Waduk Jatigede juga membuat tidak nyaman di sekitar bendungan.

Untuk itu, ikhtiar Pemkab Sumedang melakukan penertiban keramba jaring apung di kawasan Waduk Jatigede memang layak diapresiasi. 

Warga di sekitar waduk Jatigede tak akan mengalami kerugian, karena sebagai gantinya, Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Sumedang akan memberikan bantuan berupa hewan ternak, termasuk bibit lele untuk dibudidayakan di lokasi selain Waduk Jatigede. (*)

#Jatigede #kawasanekonomikhusus #keramba #jaringapung #pencemaran #sumedang #erksfm #news-erks