Menambah Pesona Museum Prabu Geusan Ulun

Elsya Tri Ahaddini

 - 

Tuesday, 24 November 2020 - 16:48 WIB

Menambah Pesona Museum Prabu Geusan Ulun — 2 tahun yang lalu


Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir menyaksikan langsung Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang dengan The Lodge Group terkait Pengelolaan Museum Prabu Geusan Ulun, Senin (23/11).

Inti kerja sama ini adalah kolaborasi penataan, sehingga Museum Prabu Geusan Ulun bisa lebih berdaya pikat bagi wisatawan yang berkunjung ke Sumedang.

Bahkan, ke depannya, museum ini diproyeksikan bakal dilengkapi diorama. 

Museum didirikan demi melestarikan memori, objek, ataupun sebagai pengingat peristiwa-peristiwa penting yang terjadi di daerah tertentu. Bisa dikatakan, setiap tempat di mana manusia tinggal, selalu dilengkapi sejarah, dan semuanya memang perlu untuk selalu diingat.

Museum Prabu Geusan Ulun, berdiri tanggal 13 Maret 1974. Museum ini menyimpan riwayat bahwa dulu, di Sumedang ada kerajaan yang hebat dan jaya, yakni Sumedang Larang.

Di museum ini tersimpan barang-barang pusaka peninggalan kerajaan. Selain itu, musem ini pun memperlihatkan masa lalu Sumedang sebagai daerah dengan akar budaya yang kuat. Maka, tak mengherankan jika Sumedang berani mendeklarasikan diri sebagai puseur budaya sunda.

Konsep museum dengan nilai-nilai lama tetapi dengan penampilan baru sebagaimana disampaikan Bupati Sumedang, sangat relevan. 

Artinya, fasilitas Museum Prabu Geusan Ulun, terutama aspek seni budayanya, idealnya bisa terus ditambah dan dilengkapi, sehingga daya pikatnya tak pernah surut dari tahun ke tahun. (*)

#Museum #Budaya #Sejarah #Seni #Kerajaan #sumedang #erksfm #news-erks