Marketplace vs E-Commerce

Elsya Tri Ahaddini

 - 

Friday, 11 December 2020 - 16:58 WIB

Marketplace vs E-Commerce — 2 tahun yang lalu


Berlokasi di Desa Sukamantri Kecamatan Tanjungkerta, Sumedang, Gerai Ekonomi, Mikro, Produksi dan Industri Tanjungkerta (Gempita), tak hanya melayani transaksi secara konvensional, namun juga sudah memasarkan produk secara online, bahkan sudah melengkapi diri dengan marketplace.

Marketplace merupakan suatu platform tempat perlabuhan ribuan pembeli online. Namun, secara faktual, marketplace bukanlah solusi akhir bagi UMKM. Untuk jangka panjang, tak ada salahnya jika UMKM mulai membangun web e-commerce sendiri.

Hal ini untuk menghindari kompetisi harga yang sengit antarsesama penjual.

Sementara itu, e-commerce merupakan platform yang mempeluangi UMKM mendapatkan data pelanggan yang dibutuhkan untuk pengembangan pemasaran.

Beberapa metrik umum, seperti bounce rate atau average page duration yang dapat ditemui pada Google Analytics atau tool digital tracking lain, tidak dapat ditemukan dalam laporan marketplace. 

Para penjual biasanya hanya dapat mengevaluasi data perkembangan toko online masing-masing dari jumlah transaksi tercatat, serta tidak mencerminkan keadaaan pasar secara keseluruhan.

Memang, menjalankan e-commerce akan lebih sulit dibanding membuka lapak di marketplace. Namun, ketekunan dan kerja keras akan menginvestasikan hasil yang jauh lebih baik dalam periode panjang. Tak ada salahnya dicoba.  (*)

#e-commerce #umkm #marketplace #sumedang #erksfm #news-erks