Digitalisasi Manuskrip Sumedang

Elsya Tri Ahaddini

 - 

Friday, 11 December 2020 - 15:59 WIB

Digitalisasi Manuskrip Sumedang — 2 tahun yang lalu


Disparbudpora Kabupaten Sumedang melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), Kebudayaan, dan Konservasi Manuskrip (naskah kuno), bertempat di Gedung PKK Sumedang, Jumat (11/12/2020).

Menurut Kabid Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Sumedang Dede Subarna, Sumedang masih memiliki manuskrip yang belum diidentifikasi, dan perlu dikembangkan.

Naskah kuno manuskrip adalah tulisan tangan asli yang berumur minimal 50 tahun dan punya arti penting bagi peradaban, sejarah, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan. 

Sebagai peninggalan sejarah, naskah kuno mampu menginformasikan berbagai aspek kehidupan masyarakat zaman dulu baik dalam aspek politik, ekonomi, sosial budaya, pengobatan tradisional, tabir gempa atau gejala alam, dan sebagainya. 

Posisi manuskrip sangatlah penting, baik secara akademis maupun sosial budaya. Naskah tersebut merupakan identitas, kebanggaan, dan warisan budaya Sumedang yang berharga. 

Karenanya, diperlukan langkah-langkah konkret dalam upaya penyelamatan dan pelestarian manuskrip Sumedang. Akan lebih baik lagi jika diolah dalam format digital.

Secara faktual, digitalisasi membantu pelestarian manuskrip. Namun, di balik proses digitalisasi masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang perlu penanganan lebih lanjut, seperti sistem penyimpanan, utilisasi, dan etika akses. (*)

#manuskrip #digitalisasi #digital #kuno #sejarah #tulisan #pelestarian #sumedang #erksfm #news-erks