Mengenal Jenis-Jenis Awan Dan Karakteristiknya, Yuk Kita Simak

Redaksi eRKS FM

 - 

Sunday, 16 July 2023 - 17:21 WIB

Mengenal Jenis-Jenis Awan Dan Karakteristiknya, Yuk Kita Simak

Mengenal Jenis-Jenis Awan Dan Karakteristiknya, Yuk Kita Simak  — 1 tahun yang lalu


Terkadang sering terlintas di benak kita untuk mengetahui seperti apa sih bentuk dan tekstur sebenarnya. putih,tebal,tipis menggemaskan seperti kapas bertebaran di atas langit nan jauh di sana apakah itu? apalagi kalu bukan awan. Dengan memahami bentuk awan yang beragam kita dapat mengetahui keadaan cuaca dalam waktu dekat loh! perpaduan awan antara jenis awan yang kerap terjadi menimbulkan karakteristik yang berbeda juga.

Mari kita simak apa itu awan dan bagaiamana terbentuk dan karakteristiknya

Awan merupakan sekumpulan uap air yang kemudian mengembun di atmosfer, bisa dalam bentuk tetesan air ataupun kristal es. walau terlihat menggemaskan dan empuk,awan hanya berisi tetesan air dan kristal es layaknya kabut.adapun proses terbentuknya awan yang pertama panas matahari memanaskan air menjadi uap,yang kedua uap air melimpah di udara,ketiga uap air yang bergerak ke atas mengalami pengembunan kembali menjadi tetes air berkumpul menjadi awan, ke empat awan bergabung dan menjadi besar lalu awan yang telah jenuh akan menjadi hujan.

Jadi secara sederhana, terbentuknya awan bermula dari sekumpulan uap air yang dipanaskan matahari. Kemudian, uap naik ke permukaan udara, nah seperti saat naik gunung, semakin tinggi kita naik, maka akan semakin dingin udaranya, demikian juga dengan uap tadi. Suhu yang dingin juga tidak bisa menampung uap air terlalu banyak, hingga kemudian uap tadi mengembun menjadi tetesan-tetesan kecil atau kristal es.

Awan Cirrocumulus

awan ini terus berubah sepanjang waktu, Ada perpaduan antara Cirrus dan Cumulus bernama Cirrocumulus, di mana awan berbentuk serat saling menumpuk. Awan jenis ini berbentuk seperti sekumpulan ombak air putus-putus. Awan ini terbuat dari kristal es, jadi tetes airnya akan terasa dingin.

Awan Cirrostratus

awan Cirrostratus, yang merupakan perpaduan awan Cirrus dan stratus. Jadi, awan ini terbentuk dari awan Cirrus yang halus, kemudian bersatu dan membentuk lembaran. Biasanya, awan ini sangat luas ukurannya dan sulit untuk diidentifikasi karena terlalu tipis. Awan ini biasanya menandakan akan datang hujan saat terjadi cuaca panas.

Awan Stratocumulus

awan Stratocumulus, awan ini merupakan perpaduan antara awan Cumulus dan Stratus. Jadi, awan ini terbentuk dari sekumpulan awan cumulus yang bersatu dan kemudian menyebar membentuk lapisan seperti selimut yang bertumpuk. Awan ini biasanya tidak menimbulkan hujan.

Awan Nimbus

Lalu ada perpaduan kombinasi antara awan stratus, cumulus, dan cirrus yang bernama awan nimbus. Awan ini biasanya membawa hujan, berwarna abu-abu gelap, teksturnya tebal dan merata. Awan ini biasanya menutup sinar matahari secara luas dan menimbulkan suasana mendung.

Awan Cumulonimbus

Kemudian ada awan Cumulonimbus, awan ini bentuknya cukup besar dan menjulang tinggi seperti pohon. Cumulonimbus memiliki warna putih, hingga abu-abu sangat gelap dan membawa muatan air atau kristal es cukup banyak. Nah, awan yang satu ini juga merupakan awan pertanda hujan lebat, lho! Awan ini biasanya juga menandakan akan terjadi hujan badai disertai petir.

Awan Altocumulus

awan Altocumulus, awan ini berbentuk seperti bola-bola salju yang menyebar di langit. Terkadang awan ini bentuknya teratur dan lucu, tetapi di balik itu, ternyata awan ini biasanya merupakan pertanda badai petir, lho! Awan jenis ini biasanya ditemukan di ketinggian yang cukup rendah.

Awan  Altostratus

Berikutnya ada awan Altostratus. Awan ini memiliki bentuk seperti lembaran tipis, dan terkadang membentuk sebuah jalur yang unik. Awan ini biasanya berwarna putih sampai abu-abu, namun terkadang masih dapat ditembus sinar matahari dan biasanya membawa hujan yang ringan.

Nah, selain itu Awan di atas langit tentunya memiliki massa, yang dapat membuat benda langit tersebut berpotensi untuk ditarik kebawah oleh gaya gravitasi seperti benda-benda pada umumnya. Para peneliti mengungkapkan istilah untuk menyebut massa awan dengan nama antara bintang dan nebula. 

Proses pengembunan awan pada intinya adalah perubahan bentuk dari partikel air tadi yang berada di atmosfer menjadi beberapa bentuk seperti ada, debu, garam laut atau Nacl, belerang dioksida atau bahkan dapat menjadi benda mikroskopik yang memiliki sifat higroskopik dengan ukuran 0,001 10 mikrometer.

pada umumnya sahabat semua bisa melihat awan berwarna putih dalam keadaan cuaca yang cerah dan kemudian akan melihat awan berwarna abu-abu bahkan hingga abu-abu gelap jika akan turun hujan.

Fenomena-fenomena tersebutlah yang menjadi perbedaan antara jenis awan satu dengan awan yang lainnya. Hal itu disebabkan karena masing-masing jenis awan memiliki karakteristik yang berbeda pula, bergantung pada daya tampung air yang dapat diangkut oleh awan tersebut serta seberapa tinggi atau rendah suhu yang awan tersebut bawa.

 

Sumber foto : Internet

 

#awan #fenomena #alam #sumedang #erksfm #news-erks