Kini, Sabusu Tak Hanya di Jatinangor

Redaksi eRKS FM

 - 

Friday, 26 February 2021 - 07:10 WIB

Kini, Sabusu Tak Hanya di Jatinangor

Kini, Sabusu Tak Hanya di Jatinangor — 2 tahun yang lalu


Dengan Tema “Mitembeyan Urang Ngawangun, melalui Transformasi Digital Berbaris Budaya dan Kearifan Lokal”, Yayasan Ibu Djati menggelar “Ritual Gerbang Sumedang” di Radio Trimekar FM Wado, Kamis (26/2). Kegiatan tersebut dibuka Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan.

Ketua Panitia Hendrik Hadiana mengatakan, latar belakang digelarnya kegiatan tersebut adalah ingin menggelorakan dan membangkitkan kembali Saung Budaya Sumedang (Sabusu) sebagai sarana berkreasi dan segala rupa berkaitan dengan budaya di Kabupaten Sumedang.

“Saya kira, ini sudah sepantasnya dan sewajarnya, sebagai bukti tanggung jawab moral kepada Pemerintah Daerah yang memberikan kewenangan kepada kami untuk mengelola Saung Budaya Sumedang untuk mengoptimalkan pengunjung Sabusu,” katanya.

Hendrik berharap dapat memopulerkan keberadaan Sabusu di luar Jatinangor.

“Artinya, Sabusu itu tidak hanya di Jatinangor. Ruhnya ada di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Sumedang,” sebutnya.

Ia menuturkan, Yayasan Ibu Djati dan Gelap Nyawang Nusantara mendukung penuh dan berpartisipasi dalam mewujudkan Sumedang Simpati khususnya di bidang teknologi, budaya dan pariwisata.

“Kami ingin berpartisipasi membangun Sumedang sesuai kapasitas kami dalam mewujudkan Sumedang sebagai Kabupaten Pariwisata, Sumedang Happy Digital Region dan Sumedang Puser Budaya Sunda. Ini adalah ikhtiar kami bagaimana mensinergikan antara wilayah Barat dengan Timur, dan Utara demi terwujudnya visi misi tersebut,” paparnya.

Selanjutnya, kata Hendrik, maksud dan tujuan diselenggarakannya acara tersebut adalah untuk mengangkat pariwisata di Jatigede, UKM dan usaha lainnya.

Wakil Bupati Sumedang H Erwan Setiawan mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap Kebudayaan Sumedang semakin terjaga dan terpelihara serta lebih dikembangkan dan dikenal. Bukan hanya di Sumedang saja, tetapi di luar Sumedang juga.

“Mudah-mudahan ritual Gerbang Sumedang ini bukan hanya seremonial, tapi harus betul-betul dilaksanakan ke depannya dalam rangka pelestarian seni budaya di Sumedang,” katanya.

Erwan juga menyampaikan dukungannya terhadap usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka mengangkat potensi wisata yang berada di sekitaran Bendungan Jatigede.

“Potensi wisata di sini sangat bagus untuk dikembangkan ke depan. Kita juga sedang mengusulkan menjadikan kawasan Jatigede ini sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata. Sedangkan pariwisata tidak terlepas dari seni dan budaya. Oleh karena itu, kolaborasi seni budaya dengan pariwisata harus betul-betul dikembangkan,” ungkapnya.

Erwan mengajak seluruh warga untuk melestarikan seni budaya yang ada di lima kecamatan seputaran Jatigede. 

“Seperti di Kecamatan Rancakalong, sudah ratusan tahun katanya Ngalaksa digelar. Saya harap beberapa agenda budaya di Kecamatan Jatinunggal dan wado ini pun bisa seperti itu,” katanya. (*)

#sabusu #kebudayaan #sumedang #erksfm #news-erks