Keren! Sumedang Miliki Sekolah Digital Pertama di Indonesia

Redaksi eRKS FM

 - 

Thursday, 20 May 2021 - 15:13 WIB

Keren! Sumedang Miliki Sekolah Digital Pertama di Indonesia

Keren! Sumedang Miliki Sekolah Digital Pertama di Indonesia — 1 tahun yang lalu


Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menggagas sekolah digital pertama di Indonesia. Sekolah ini memungkinkan guru dan murid bertatap muka, seolah-seolah sedang berada di ruangan yang sama. 

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin, walaupun sama-sama berbasis virtual, namun konsep sekolah digital ini berbeda dengan pembelajaran virtual menggunakan aplikasi zoom. 

Sekolah digital, sambung Agus, bisa mengobati kerinduan para siswa maupun guru akan sekolah, karena suasana studio tempat guru mengajar, disetting sedemikian rupa, hingga menyerupai ruang kelas.

“Di studio mini terdapat beberapa perlengkapan pendukung, di antaranya mikrofon nirkabel. Dengan begitu, saat mengajar, guru tak perlu ribet dengan keberadaan kabel mikrofon,” kata Agus, Rabu (19/5), di ruang kerjanya.

Agus memaparkan, sekolah digital ini merupakan sekolah masa depan, yang memang merupakan tuntutan zaman, sekaligus merupakan jawaban di era transformasi digital. 

Sekolah yang sudah menjalankan konsep digital ini adalah SMP Negeri 1 Sumedang, yang sudah dilengkapi Studio Mini Angkasa.

“Ada atau tidak ada pandemi, saya kira sekolah digital ini merupakan suatu keniscayaan, dan harus ada di masa depan, karena akan jadi kebutuhan,” katanya.

“Salah satu kelebihan sekolah digital ini, guru bebas berekspresi saat menyampaikan materi, dan tidak hanya terpaku di depan laptop. Bahkan bisa berjalan-jalan layaknya di depan kelas. Beda dengan zoom yang penampakan layarnya hanya wajah peserta,” sambungnya lagi.

Kelebihan lainnya, materi pengajaran akan direkam dalam bentuk file, sehingga siswa bisa membukanya kembali kapan saja.

Di tahap awal, sekolah digital ini dilaksanakan oleh 3 sekolah menengah pertama yang ada di Kabupaten Sumedang.

“Tahap selanjutnya, 30 sekolah menengah pertama akan melaksanakan program digital ini selambat-lambatnya pada Desember 2021, tergantung kesiapan masing-masing sekolah,” ucapnya.

“Guru melaksanakan tugas mengajarnya di studio mini, menggunakan perlengkapan yang memang sudah dimiliki sekolah. Karenanya, biayanya tidaklah mahal. Tapi kalaupun perlengkapan masih kurang, sekolah bisa menggunakan dana BOS,” sambungnya lagi.

Agus mengungkapkan, para ahli memprediksi pandemi akan berlangsung hingga 5 tahun, sehingga pembelajaran tatap muka yang menghadirkan 100% siswa akan sulit direalisasikan dalam waktu dekat.

“Salah satu solusinya ya dengan sekolah digital ini. Keunggulan lainnya, sekolah digital memungkinkan   murid dari sekolah lain untuk ikut belajar, asalkan sudah mendapatkan izin,” ucapnya. (*)

#sekolahdigital #dinaspendidikan #sumedang #erksfm #news-erks