Kejahatan yang dilakukan Anak dan Remaja Sumedang hingga September 2022 Tercatat 20 Kasus

Redaksi eRKS FM

 - 

Sunday, 02 October 2022 - 21:21 WIB

Kejahatan yang dilakukan Anak dan Remaja Sumedang hingga September 2022 Tercatat 20 Kasus

Kejahatan yang dilakukan Anak dan Remaja Sumedang hingga September 2022 Tercatat 20 Kasus  — 2 bulan yang lalu


Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumedang menggelar rapat koordinasi daerah belum lama ini, untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengatasi kenakalan remaja.

Asep Tatang Sujana, Kepala Kesbangpol Kabupaten Sumedang, mengatakan rapat koordinasi virtual itu dilakukan dalam upaya memperkuat ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan untuk menciptakan situasi yang kondusif bagi siswa sekolah menengah di Kabupaten Sumedang. 

“Kami mengangkat isu ini dalam konteks banyak insiden dan insiden kenakalan remaja yang melibatkan siswa SMA, termasuk geng motor, tawuran, bullying, dan narkoba," ungkapnya.

Dalam hal ini, lanjut Asep, pemahaman perlu diperdalam melalui pembinaan khusus untuk masing-masing sekolah. Karena itu, pihaknya akan melakukan pembinaan di semua sekolah mulai Senin, 3 Oktober 2022. 

“Pada apel pagi pada masing-masing SMA, kami akan memperkenalkan bupati dan wakil bupati sebagai narasumber untuk memberikan pengarahan langsung di lapangan,” kata Asep.

Menurut Wakil Bupati Erwan Setiawan yang juga menjadi narasumber, persoalan kenakalan remaja semakin kompleks. Berdasarkan data Lembaga Pendidikan Luar Biasa Anak, jumlah kejahatan yang dilakukan oleh anak dan remaja di Sumedang dari tahun 2021 hingga September 2022 tercatat sebanyak 20 kasus, di antaranya pencurian, pemukulan, dan pelecehan seksual. 

"Sebanyak 15 kasus sudah ada putusan pengadilan dengan klausula perundang-undangan. Sekarang ada lima kasus lagi di pengadilan," katanya. 

Untuk kasus penyalahgunaan narkoba, menurut Badan Federal Narkotika (BNN), terdapat 15 kasus narkoba pada kategori anak-anak dan remaja dari tahun 2021 hingga September 2022. 

“Fakta ini perlu ditindaklanjuti dengan tindakan nyata karena dampaknya tidak hanya merugikan diri kita sendiri tetapi juga orang tua kita, keluarga bahkan tempat tinggal mereka,” kata Erwan.

Kenakalan remaja dikatakan sebagai masalah yang mengkhawatirkan, tetapi bukan berarti tidak dapat diatasi. Wakil Bupati meminta orang tua memahami akibat dari kenakalan remaja. 

“Beri ruang untuk membuat pilihan dan pilihan, ubah sikap keras menjadi sikap tegas, tetapkan aturan, tetapkan batasan yang jelas, dan pantau interaksi anak Anda, tetapi jangan kendalikan. Saya ditanamkan nilai-nilai agama sejak dini,” ujarnya. (*)

#kesbangpol #bnn #sumedang #erksfm #news-erks