Kadisdik Sumedang: Anak-anak Paling Terdampak Pandemi!

Redaksi eRKS FM

 - 

Monday, 09 August 2021 - 16:40 WIB

Kadisdik Sumedang: Anak-anak Paling Terdampak Pandemi!

Kadisdik Sumedang: Anak-anak Paling Terdampak Pandemi! — 1 tahun yang lalu


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Agus Wahidin, menyoroti penyelenggaraan pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi. 

Menurutnya, hingga hari ini, dasar hukum yang digunakan belum berubah, yakni Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, dan Menteri Dalam Negeri). 

“SKB 4 Menteri itu merupakan satu-satunya pijakan hukum, bagaimana Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Indonesia bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka, yakni dengan memperhatikan status kedaruratan daerah yang bersangkutan,” sebutnya, Senin (9/8).

Menurut SKB tersebut, suatu daerah bisa menggelar PTM jika statusnya zona kuning, atau lebih baik lagi jika zona hijau.

“Kalau masih oranye seperti Sumedang saat ini, dengan dengan PPKM Level 4 yang berubah ke level 3, itu belum bisa,” katanya.

Saat ini, sambungnya, banyak orang bicara terkait kesulitan ekonomi sebagai dampak pandemi Covid-19. 

“Padahal, BPS sudah mengumumkan, pertumbuhan ekonomi saat ini lebih dari 7 persen. Saya kira, sebenarnya yang paling terdampak akibat pandemi adalah anak-anak. Sekarang banyak anak Sekolah Dasar kelas 1,2, dan 3, belum bisa calistung atau membaca, menulis, dan berhitung,” ungkapnya. 

Mengatasi hal tersebut Disdik Sumedang melaksanakan tambahan atau suplemen kurikulum, yakni gerakan konsen calistung untuk anak SD, gerakan pembentukan karakter dasar anak, dan gerakan sadar digital untuk anak SMP.

“Gerakan ini merupakan tambahan atau suplemen dari KTSP, yang sudah disusun sesuai standar nasional. Tapi karena kondisi saat ini sedang darurat, maka perlu ada gerakan sebagai tambahan dari kurikulum baku yang sudah ada,” ungkapnya.

Untuk anak usia dini, ada gerakan karakter dasar anak dengan 8 indikator.

Dengan gerakan karakter dasar ini, anak usia dini dibiasakan mengucapkan salam dan terimakasih, minta maaf, belajar ketauhidan dasar, mengetahui nama lengkap diri dan nama kedua orangtuanya, mengetahui alamat sendiri, mengenal gurunya, dan mengenal sekurang-kurangnya 5 orang temannya.

Bagi siswa SMP ada gerakan anak sadar belajar via digital.

“Dunia digital ini penting untuk anak SMP, agar mereka on the track di kehidupan kekinian. Anak SMP jangan sampai gaptek, karena hidup sudah berubah, sudah serba digital, serba terkoneksi, dan berkaitan dengan internet. Jika tidak disiapkan, anak bisa termarginalkan,” paparnya.

Agar PTM bisa segera dilaksanakan, Agus mengajak agar semua pihak berdisiplin dan turut menyukseskan vaksinasi, juga turut membantu petugas dalam rangka 3 T - tracing, testing, dan treatment.

“Jika semuanya disiplin, dalam beberapa bulan ke depan, kita sudah bisa hidup mendekati kenormalan seperti sebelumnya,” tandasnya. (*)

#aguswahidin #disdiksumedang #kadisdiksumedang #pembelajarantatapmuka #sumedang #erksfm #news-erks