Jajak Pendapat eRKS FM: Informasi Perlu Ditambah, Haleuang Sunda Paling Disuka

Redaksi eRKS FM

 - 

Monday, 05 April 2021 - 08:05 WIB

Jajak Pendapat eRKS FM: Informasi Perlu Ditambah, Haleuang Sunda Paling Disuka

Jajak Pendapat eRKS FM: Informasi Perlu Ditambah, Haleuang Sunda Paling Disuka — 1 tahun yang lalu


Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) eRKS FM menggelar Jajak Pendapat Pendengar eRKS FM Periode 2020-2021, yang proses surveinya berlangsung dalam kurun waktu 1 Januari hingga 31 Maret 2021.

Direktur LPPL eRKS FM Elsya Tri Ahaddini mengungkapkan, hasil survei memperlihatkan hasil yang tidak begitu mengejutkan. Namun, ada masukan dari pendengar yang bisa dijadikan bahan bagi eRKS FM untuk merancang program-program ke depan. 

“Ada banyak masukan dari pendengar. Misalnya program berita dan informasi yang dianggap masih kurang, terutama informasi program Pemkab Sumedang dan pariwisata,” ungkap Elsya, Senin (5/4).

Hasil survei juga memperlihatkan keinginan pendengar terhadap program LPPL eRKS. Di antaranya, 53,46% responden menginginkan program pendidikan, dan 16,48% menginginkan program konsultasi kesehatan.

Sebanyak 34,48% responden minta durasi penayangan berita dan informasi yang lebih lama di eRKS FM. Sedangkan performa acara talkshow, yang merupakan program unggulan, dianggap sudah baik oleh 82,76 responden, dan 9,96% minta agar porsi talkshow ditambah. 

Haleuang Sunda, Dongeng Sunda, dan Wayang Golek, merupakan acara yang paling disukai penggemar, masing-masing mendapatkan angka 41%, 34,48%, dan 18,39%. Sedangkan Gentra Pakuwon meraih persentase 6,13%.

Elsya menyampaikan terimakasih pada pendengar eRKS FM yang sudah mengisi kuesioner jajak pendapat ini.

“Berdasarkan data digital, tercatat 261 responden mengisi kuesioner ini. Sebagian besar pengisi survei adalah pelajar/mahasiswa, yakni sebanyak 48,28%, dan sebagian besar pengisi atau sebanyak 50,96% adalah perempuan,” ungkap Elsya.

Jajak pendapat ini, sambung Elsya, didesain dalam bentuk aplikasi yang terintegrasi dengan website eRKS FM. Dipastikan, responden tak bisa mengisi kuesioner 2 kali. Setelah pengisian kuesioner ditutup pada tanggal 31 Maret, aplikasi ini tak bisa lagi diakses.

Pengisi survei tak hanya dari Sumedang. Data memperlihatkan, responden berasal dari 5 provinsi, 15 kabupaten/kota, dan 45 kecamatan.

“Bisa jadi, responden yang berasal dari luar Sumedang adalah pendengar eRKS melalui streaming,” tutur Elsya.

Diakui Elsya, tak mudah mengajak orang untuk mengisi aplikasi survei. Tetapi disyukurinya, kepedulian pendengar terhadap eRKS FM ternyata masih ada.

“Saya sampaikan terimakasih pada pendengar eRKS yang telah mengakses dan mengisi aplikasi  survei ini,” ungkapnya.

Ke depan, Elsya menjanjikan survei lainnya, seperti survei pelayanan publik, pariwisata, dan lain-lain.

“Namun, tentu dengan indikator-indikator yang jelas. Jika perlu, dirumuskan dulu atau dirancang bersama lembaga-lembaga terkait. Bikin survei kan tidak bisa sembarangan,” sebutnya. (*) 

#jajakpendapat #survei #sumedang #erksfm #news-erks