Curhat Dayat: Pandemi Bikin Usaha Langsung Terpuruk

Redaksi eRKS FM

 - 

Friday, 06 August 2021 - 17:17 WIB

Curhat Dayat: Pandemi Bikin Usaha Langsung Terpuruk

Curhat Dayat: Pandemi Bikin Usaha Langsung Terpuruk — 1 tahun yang lalu


Dayat, pengrajin ukir patung kayu asal Desa Cibeusi Kecamatan Jatinangor mengatakan, usahanya dimulai dari tahun 90-an.

“Dulu, kami di bawah binaan almarhum Ibu Tien Suharto selama empat tahun, dan alhamdulillah usaha kami maju,” ucapnya, Jumat (6/8).

Akhirnya, lanjut Dayat, ia belajar usaha mandiri dengan berjualan door to door, memasok ke tiap toko. Hasilnya cukup baik, dan berjalan hingga tahun 2004.

“Tembus pasaran hingga ke Jakarta, Surabaya, Bali, dan sejumlah wilayah lainnya,” ucapnya.

Namun sejak pandemi covid-19 melanda, diakuinya, pihaknya langsung terpuruk total 100 persen. Tidak bisa beroperasi, dan para pekerja diberhentikan.

“Karena jika beroperasi juga saya bingung menggajinya dari mana. Buat sehari-hari saja susah, bahkan saya sampai jual tanah, namun sampai sekarang gak laku-laku,” curhatnya.

Semenjak adanya pandemi, Dayat mengaku tak bisa berbuat banyak. Tapi jika ada lahan untuk pemasaran, dipastikan ia masih bisa memproduksi. 

“Dulu, pernah dibantu Disparbudpora Sumedang dalam pemasarannya, yakni ke Batam, Lombok dan ke Bali, kalaupun tidak sama dinas kadang kami juga bisa bermodalkan sendiri,” katanya.

Namun, kini itu semua tidak bisa dilakukan.

“Melalui pelanggan saya di Cengkareng pun, buat kiriman ke Singapura sekarang sudah tidak berdaya lagi. Semuanya gulung tikar. Kami berharap Corona segera berakhir dan pemasaran ke luar kota dapat berjalan lagi,” sebutnya.

#pengrajin #pandemi #gulungtikar #sumedang #erksfm #news-erks