Budidaya Magot, Solusi UMKM Rancakalong di Tengah Pandemi

Redaksi eRKS FM

 - 

Thursday, 19 November 2020 - 21:16 WIB

Budidaya Magot, Solusi UMKM Rancakalong di Tengah Pandemi — 2 tahun yang lalu


Meski diterpa badai pandemi Covid-19, masih ada seabreg cara untuk menangani berbagai permasalahan terutama di sektor ekonomi yang timbul akibat virus tersebut. Salah satunya adalah budidaya Magot di Dusun Babakan Gede, Desa Cibunar, Kecamatan Rancakalong.

Usulan untuk berbudidaya magot ini sontak muncul ke permukaan setelah marak program Usaha Mikro, Kecil, atau Menengah (UMKM) yang digaungkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang. Budidaya magot ini juga sangat berguna untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah sekitarnya.

Ketua Bank Sampah Berseri Desa Cibunar Kecamatan Rancakalong, Toni Kartama, mengatakan magot BSF ini selain memberikan dampak ekonomi bagi masyarakan, mereka juga sangat baik untuk mengurai sampah.

“Hasil uraian sampah dari magot ini nantinya akan menjadi pupuk organik,” ujar Toni pada Kamis (19/11/2020).

Lalu, Toni juga mengatakan untuk pelaksanaannya baru ada di tingkat RW di Dusun Babakan Gede.

“Semoga untuk ke depanya semua RW dapat mengikutinya guna membudidayakan Maggot BSF, guna memberangus sampah organik minimal di lingkungan sekitar dulu,” harapnya.

Lalu, Camat Rancakalong, Ili, mengatakan budidaya Magot Black Soldier Fly (BSF) ini bukan hanya solusi perekonomian yang tepat bagi masyarakat sekitar di tengah pandemi Covid-19.

“Supaya produktivitas masyarakat tetap tinggi, maka kita carikan alternatif jenis usaha yang bisa dikerjakan di rumah dengan biaya yang relatif terjangkau (apalagi di tengah pandemi),” ujar Ili.

Selain budidaya Magot BSF, Ili juga mengatakan di wilayah Rancakalong juga sedang digalakan budidaya burung puyuh dan jamur.

“Untuk program budidaya puyuh dan jamur, kami bersinergi dengan LPPM ITB dalam bentuk pelatihan dan juga ada bantuan sarana produksi puyuh dan jamur,” jelasnya.

Selain itu, Ili berharap maraknya kegiatan dan pelatihan UMKM bisa ikut membantu menurunkan angka prosentase stunting yang masih tinggi di Kecamatan Rancakalong.

“Prosentase angka stunting ini harus bisa ditekan. Minimal dengan adanya UMKM (Budidaya puyuh dan jamur) maka hasilnya bisa dimakan oleh sendiri,” tandasnya.

 

#umkm #rancakalong #magot #jamur #budidaya #pandemi #sumedang #erksfm #news-erks