Begini Curhat Warga Desa Linggajaya dan Karangpakuan Soal Tanah Kas

Redaksi eRKS FM

 - 

Tuesday, 20 October 2020 - 18:18 WIB

Begini Curhat Warga Desa Linggajaya dan Karangpakuan Soal Tanah Kas — 2 tahun yang lalu


Puluhan warga dua desa, yakni Desa Linggajaya Kecamatan Cisitu, dan Desa Karangpakuan Kecamatan Darmaraja, ‘curhat’ di Ruang Sidang DPRD Sumedang, Selasa (20/10/2020).

Mereka mengadukan ketidakjelasan status kepemilikan tanah kas Desa ke DPRD kabupaten Sumedang. 

Forum ini dipimpin Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang dan anggota Komisi 1 DPRD kabupaten Sumedang, Kepala Dinas PMD, Kabag Tapem Setda Sumedang, Camat Cisitu, dan Kades Linggaya serta kades Karangpakuan.

Anggota Komisi I yang juga selaku Ketua Fraksi Partai Gerindra M. Endang Sirojudin mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi dari Kepala Desa Linggajaya.

“Desa Linggajaya agar menindaklanjuti, apa memang betul ada SK Bupati pada tahun 2012,” kata Endang.

Diinformasikan, tanah kas desa Linggajaya digunakan untuk kepentingan relokasi oleh penduduk di tangsi. Hal itu akibat pergeseran fungsi lahan ketika itu.

“Dalam SK disebutkan akan ada penggantian seluas 2 hektare. Data ini sudah dimintakan ke bagian hukum. Mudah-mudahan memang ada,” katanya.

Data ini, bisa menjadi dasar untuk mendorong pemerintah daerah menyelesaikan persoalan tanah kas di Desa linggajaya.

“Untuk Desa Karangpakuan sudah dikonfirmasi ke Dinas PMD. Datanya tahun 2018, tercatat di Pemdes. Mudah-mudahan ini memperkuat data yang sudah ada sebelumnya, bahwa betul Tanah Pangupukan itu bagian dari aset desa Karangpakuan," katanya.

Tahun 1980, Desa Karangpakuan merupakan bagian dari Desa Pamekaran, ketika Cipaku lama menjadi 3 desa, yakni Desa Cipaku, Desa Paku Alam,Persoal dan Karangpakuan.

Dalam forum itu mencuat pula persoalan penamaan daerah Pasir Cinta dan Tanjung Duriat, yang disebut-sebut tanpa koordinasi dengan sesepuh setempat. (*)

#Tanah #Desa #Pemdes #DPRD